Yah…Begini aja deh…
Maaf kepada Tuan-tuan penyampai risalah, kehormatan adalah membiarkan diri kita tidak di koyak-koyak oleh siapapun.
Maaf untukmu Tuan-tuan penyeru kebajikan, mata dari masing-masing kita berbeda memandang.
Maaf kepada Tuan-tuan penebar senyum, akalku bertanya “kenapa tak ada cara lain untuk berubah selain keterpaksaan??”.
Maaf untukmu Tuan-tuan pemegang petunjuk arah, cukup hati ini kujadikan radar agar jalanku tak tersesat.
Maaf untukmu Tuan-tuan,
Maafkan aku.
Jakarta, 24 Januari 2008
Tempatku berdialog dengan jiwa-jiwa
0 komentar:
Poskan Komentar